anak refleksi orang tua

Pernah dengar ttg ungkapan di atas?
* sekali lagi aku tegaskan, penulis bukanlah seorang psikolog. Aku hanya lah seorang yg suka mengamati kehidupan saja.

Yups, after aku being mom, en anakku tumbuh menjadi kid. A handsome boy, mau 4 taun. Aku makin menyadari ttg ungkapan diatas.

Usia2 dimana ia mulai mencontoh kelakuan dari orang dewasa sekitarnya, termasuk aku, his mom.
Aku sering kali terkaget2 dangan gayanya yang meniruku.
Dan thanx God buat hal itu. Aku jadi tersentil dan menyadari ttg kelakuanku yg tak baik.
Hehehe… I’m just human being right?

Aku kadang lupa kalau marah ama dia. Aku kadang berteriak padanya. Hmmm anakku jd triak juga hehehehe….
But skrg aku pun mulai merubah cara marahku.
Tak baik marah2 lebih baik menghadapi dengan sabar. Dan itu efektif. Dan nathan pun skrg jd anak yg lebih baik dan manis 😉

Bagaimana denganmu?
Adakah kelakuan dari si anak yg menurutmu gak baik?
Sudahkah dirimu merefleksi ke diri sendiri sebagai ortu?
Jangan marah2 dulu ke anak.
Coba lihat dalam dirimu.
Jangan-jangan…. dirimu lah yg memberi contoh pada nya. Hmmmmm…..

Have a nice day kawan.
Love
Febbie

Advertisements

About BuPeb

Seorang BuPeb yang suka ngoceh, suka nulis, suka gambar, suka iseng, suka yang enak, suka yang ganteng, suka yang asik2
This entry was posted in Celotehan BuPeb, Parenting. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s