Melihat Dari Kedua Sisi

Setiap hal selalu memiliki 2 sisi mata uang.

Percaya gak percaya.
Yin dan Yang.
Aku yang dahulu, suka benget cerita dan cerita, lupa mendengarkan.
Begitu aku mulai mencecap sulitnya hidup, aku mulai belajar mendengarkan dan mulai mencoba mengurangi berbicara. Mulai mencoba mengolah apa saja yang akan keluar dari mulutku karena ada yang bilang lidah itu lebih tajam daripada pisau.
Balik ke dua sisi mata uang. Apa hubungannya?
Saat aku suka bercerita dan aku tak mendengarkan, aku tak bisa melihat dunia dari sisi yang berbeda. Namun saat sudah mulai mencoba mendengarkan, aku melihat dunia dari sisi yang berbeda, yaitu dari sisi orang yang kuajak berbicara.
Kadang apa yang menjadi pemikiranku terhadap suatu masalah blum tentu benar di pemikiran orang lain, dan begitu pula sebaliknya.
Nah disinilah perlunya kita menyadari dua sisi mata uang.
Saat melihat suatu masalah, janganlah berpikir subjektif saja, namun berpikirlah objektif.
Lihatlah suatu masalah dari segala penjuru. Saat dirimu sudah bisa melihat suatu masalah dari segala penjuru, maka takkan ada pemikiran yang salah kaprah, salah persepsi , salah sangka dan dapat menemukan inti permasalahannya.
Contoh (berkaitan dengan kedua postinganku yang terakhir sebelum ini)
Saat aku menjadi bawahan, mungkin aku pernah berpikir: kebijakan koq seperti ini, sering kali aku juga mendengar orang yang bersungut-sungut dan mengutuk perusahaan tempat dia bekerja karena tak sesuai seperti yang dia harapkan, dsb
Namun, pernahkan aku atau yang lainnya memikirkan, knapa sampai mereka mengambil keputusan seperti itu? Knapa perusahaan seperti itu? Mungkin perusahaan seperti itu biar bisa ada kelangsungan hidup perusahaan dan semua yang bekerja disitu bukan sekedar mencari untung.
Atau contoh lain dalam kehidupan :
Saat menjadi penengah kedua orang yang bertengkar. Kita benar-benar harus mendengarkan masalah dari kedua belah pihak. Kalau cuma mendengarkan cerita dari sebelah pihak, pasti akan berat sebelah. Masing-masing pihak hanya akan membenarkan dirinya, dan pihak yang lain yang salah.
Saat jadi penengah, hendaklah tetap kepala dingin dan jangan terbawa emosi. Karena, kalau sudah dipercaya jadi penengah, maka sudah ada tanggung jawab yang cukup berat.
dan masih banyak lagi contoh lainnya.
Yah.. semua hal di dunia ini memang memiliki dua sisi yang berbeda, dan sering kali bertolak belakang. Yin dan Yang. Ini semua agar semua seimbang.
Aku pun, memiliki dua sisi yang berbeda, sisi baik dan sisi buruk.
Tugasnya, menyeimbangkan kedua sisi yang berbeda agar seimbang.
——
*semoga tulisan ini nggak ngelantur, karena ditulis dalam keadaan setengah maboks gara-gara dah ngantuks berat – tapi pengen nulis dan masih kudu selesaiin kerjaan*
Advertisements

About BuPeb

Seorang BuPeb yang suka ngoceh, suka nulis, suka gambar, suka iseng, suka yang enak, suka yang ganteng, suka yang asik2
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s