Nikah: Apa yang Dicari?

Sehabis membaca postingan dari mba niez ttg si dok poliandri lg pnasaran ttg poligami, eh itu apa dok? Td judulnya? Ya itu deh (sorry lg ga bisa link dr hape, males siy benernya)

So apa tujuan km menikah?

Cinta? Seks? Tuntutan lingkungan? Pengen punya anak?
Apa…

Ingin selamanya hidup berdua dengan si dia, karena dia so sweet, tanpa dia aku tak bisa hidup, duniaku hanya penuh dengan dirinya. Aku cinta mati sama dia. Itu klise… Memang benar, ga ada yang salah koq. Tohk itu alasan yang sah, namun sudah yakin kah?

Menikah… Tak semudah yang dibayangkan. Berada satu atap dengan orang yang itu-itu aja seumur hidup, bisa jadi akan terjadi banyak gesekan. Kebosanan bukan tak mustahil akan melanda, godaan bukan tak mungkin akan menerjang.

Apalagi saat sudah ada anak, kadang bila tanpa komunikasi yang baik, bisa terjadi keributan dalam cara pengasuhan anak. Blum lagi masalah capek dalam menjaga anak, blum lagi keuangan, waktu yang sedikit, dan sebagainya (ini belum termasuk campur tangan mertua or keluarga besar yah )

So memang diperlukan cinta, namun untuk selanjutnya dibutuhkan sebuah kepercayaan dan komunikasi yang tinggi. Selain itu memang urusan ranjang jg diperhatikan.

Dan ini semua bukan urusan A khusu masalah si suami aja yg mikirin, urusan B si istri aja yg mikirin, dsb. Namun semua masalah dalam keluarga harus dibagi berdua, dibicarakan dan disepakati bersama.

Begitu pula dengan urusan ranjang. Hal ini bukan mutlak urusan istri saja, kudu bisa memuaskan suami kapan saja dan dimana saja. Sang suami pun harus bisa memahami sang istri. Dimana wanita itu ada masa-masa dimana rasa lelah melanda, ada masa-masa palang merah, dsb. Apalagi saat baru melahirkan dan menyusui. Itu adalah saat melelahkan. Capek. Saat itu sang suami seharusnya lebih memahami wanita dan membuatnya lebih nyaman. Jangan mikir si istri ga mau bahagiain si suami, shg menolak terus saat diajak ml. Namun istri pastinya lelah. Tapi tinggal bagaimana cara si suami bisa menyamankan si istri. Krn wanita butuh kenyamanan.

Well ttg urusan ranjang memang ruwet, tp bukan tak bisa diselesaikan. Benarnya adalah komunikasi dan saling pengertian. jangan karena urusan ranjang saja lalu berpikir untuk selingkuh atau ingin memiliki wanita lain di ranjang. Tidakkah terpikir kalau wanita benarnya juga memiliki hasrat yg sama?
Namun, hati wanita, yang nyaman, adalah kunci ranjang juga

Well, entah ini tulisan ngelantur atau nggak.
Karena tulisan ini mengacu pada tulisan mba niez ttg poligami, alias menginginkan wanita lain di tmpt tidurnya, apakah cuma itu tujuan menikah? Sudah lupakah akan cinta awal? Rasa kebersamaan, rasa saling menyayangi dan tanggungjawab?
Atau kah anak tidak bisa membuat diri berpikir 2x, 3x atau bahkan berkali-kali?

Benernya patut dipertanyakan, apakah tujuan menikah?
Hanya selangkangan? Jangan egois.
Dan patut jg dipertanyakan komunikasi dlm keluarga.
Komunikasi adalah kunci.

Dan ttg ada wanita atau pria lain dalam keluarga. Siapakah yang ga sakit hati saat ada orang lain dalam keluarga? (Tentunya bukan anak). Siapakah yang rela dimadu?

So? Silakan pertanyakan kembali apa tujuan anda menikah?

Advertisements

About BuPeb

Seorang BuPeb yang suka ngoceh, suka nulis, suka gambar, suka iseng, suka yang enak, suka yang ganteng, suka yang asik2
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s