Miskin Semakin Miskin, Kaya Semakin Kaya? :: Pendidikan

Pendidikan di Indonesia

3 hari berturut-turut aku naik kereta pagi, hari pertama baca Media Indonesia, hari kedua beli Kompas (susah bacanya di krt, kelebaran) , hari ketiga baca Media Indonesia (MI) lagi.
Ada topik di koran MI yang menggelitik dan ingin aku share. Akankan yang miskin akan menjadi semakin miskin dan susah memperbaiki taraf hidupnya, dan yang kaya semakin kaya?
Apa hubungannya dengan pendidikan?
Pendidikan di Indonesia sangatlah mahal, susah terjangkau. Aku saja yang taraf hidupnya bisa dibilang cukup, selalu mikir bagaimana bisa menyekolahkan anakku dengan layak di sekolahan yang berbobot dan bisa membantu si anak menyongsong hari depannya. Dimana biaya sekolah sangatlah tak sedikit.
Banyak yang bilang sekolahan negeri murah, tapi… apakah terjangkau sama kaum miskin? Murah buat siapa? Kalangan menengah? Bagaimana dengan kalangan yang pendapatannya UMR atau bahkan dibawahnya?
Pembantuku di rumah (yang pulang pergi) memiliki anak 4 orang, 1 sudah menikah, 1 SMA, 1 mau masuk SMP, 1 masih kecil 4 tahun. Tahun ini dia ingin menyekolahkan anaknya yang mau masuk SMP, namun brp biayanya? dia bilang 3 juta. Darimana dapatnya?
Dan.. saat aku membaca MI, memang ternyata banyak sekali yang belum bisa bersekolah dengan layak, belum bisa mengenyam pendidikan 9 tahun. Bukan mereka tidak mau sekolah, namun biayanya? Katanya masuknya gratis, namun uang lain-lainnya (baju, buku, kegiatan) bisa mencapai hitungan jutaan. Belum lagi kalau ujian nasional, dimintai uang lagi, dan kalau tak membayar uang ujian, katanya ga boleh ikut ujian.
Hmmm… bagaimana bisa menjadi bangsa yang maju? kalau masyarakatnya banyak yang tak bisa mengenyam pendidikan sekolah. Padahal, sekolah adalah salah satu modal dasar untuk bekerja dan mendapatkan pekerjaan yg lebih baik. Dan kalau tak bisa bekerja, bagaimana taraf hidup (keuangan) bisa meningkat? Apakah hanya mengandalkan keberuntungan?
Memang ada yang tak sekolah namun bisa sukses, tapi lebih banyak yang jadi terpuruk.
—-
di lain topik, sekolahan untuk mereka yang kurang mampu, kebanyakan tenaga pengajarnya pun kurang kompeten, knapa? karena siapa yang mau gaji mereka dan apakah pemerintah mau memperhatikannya?
di topik lain lagi,
Aku baca, bahwa pemerintahan daerah kurang memperhatikan tentang kualitas pendidikan daerahnya, dikarenakan yang menjabat di daerah itu tidak pernah terjun langsung dalam bidang pendidikan dan tak memperhatikan kemajuan pendidikan di daerahnya. Yang dipikirkan hanya hal hal lain. Mencari pemasukan (duid)
—-
Mikir… kalau begini, kapan Indonesia mau semakin maju? generasi penerus tak diperhatikan pendidikannya, kalau kurang mampu ga bisa sekolah, kapan mereka bisa meningkatkan taraf hidup mereka? Jenjang sosial akan semakin lebar.
Mikir lagi…. apakah pemerintah ga pernah mikir ya ttg pendidikan? Atau mereka mikir, ahhh.. yg penting anak gw bisa sekolah, tohk gaji gue dah puluhan juta ini… mampu koq gue sekolahin anak gw ke luar negri, ke univ, dsb, tp mrk ga mikir yang pendidikan untuk yg kurang mampu.
dan disisi lain.. bagi masyarakat miskin, mrk jg kadang ga mikir ttg jumlah anak ya… bikin anak banyak, dan ga bisa sekolahin… Sepertinya sudah saatnya program KB digencarkan lagi. Tohk bukan masalah pertumbuhan penduduk saja, tapi demi kedepannya jg.
Kalau mereka bilang ga mampu beli alat KB, ya minimal berikan pengetahuan ke mrk ttg KB alami. untuk menjaga.
ahh sudahlah, bahas ginian bisa panjang lebar , atas bawah, dan kemana-mana… lingkaran setan yang saling terkait
Advertisements

About BuPeb

Seorang BuPeb yang suka ngoceh, suka nulis, suka gambar, suka iseng, suka yang enak, suka yang ganteng, suka yang asik2
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s