Beasiswa Miskin dan/atau Beasiswa Pintar

Lanjutan dr sini

Karena pembahasan lebih lanjut di komen, aku jadi keinget kejadian dulu saat aku masih sekolah dan kuliah, yaitu tentang beasiswa.
Beasiswa adalah suatu program untuk mendapatkan pendidikan yang lebih murah atau bahkan gratis. Namun apakah syaratnya? harus pintar dan miskin? atau salah satu dari keduanya? atau harus keduanya?
Journal ini cuma cerita tentang pengalamanku saat kuliah.
Lupa waktu itu semester berapa, namun di kampusku dulu, ada yang namanya program beasiswa untuk anak berprestasi, kalau semester sebelumnya mendapatkan nilai 4 alias sempurna untuk semua mata kuliah, bisa ambil beasiswa untuk semester berikutnya, yaitu pemotongan uang semesteran, lumayan.. bisa setengahnya lebih kalau ga salah.
Kalau dapat diatas 3,5 kalau ga salah bisa juga, tapi potongannya lebih sedikit.
Namanya juga untuk prestasi bukan? Kudunya yang pinter siapapun bisa dapet, namun kenyataannya? Ternyata harus membuat surat keterangan ga mampu dari RT dan RW setempat. Sighhhh….. jadi mikir apakah aku mau ambil beasiswanya or ngga.
Setelah berunding dan mikir-mikir bersama ortu, walaupun aku bukanlah orang yang berlebihan alias pas-pasan, dan biaya kuliah lumayan, namun aku masih mampu bayar uang semesteran, akhirnya aku ga jadi ambil, daripada aku ambil beasiswanya dengan menipu surat keterangan tidak mampu. Aku nggak mau menjadi penipu dan ga mau mendoakan ortu menjadi ga mampu alias miskin, biarlah beasiswa itu buat yang lain.
Namun, saat itu, ada seorang temanku dari daerah yang sama, dan setahu aku, dia lebih mampu drpd aku, namun dia ambil beasiswa itu, sighhhh.. drmana suratnya? entahlah.
——
Lanjut ke kenyataan, jadi beasiswa itu, entahlah, menurut aku siy kudunya dibedakan antara 2 ya… untuk anak-anak yang benar2 pintar, sehingga makin memacu semangat belajarnya, tanpa perlu surat2 keterangan ga mampu alias miskin
Dan satu lagi untuk orang yang benar-benar miskin dan benar-benar mau belajar, bukannya menyia nyiakan bangku sekolah.
Jadi kalau miskin dan semangat belajarnya tinggi, knapa ngga di kasih beasiswa? Kepintaran kadang terkalahkan oleh semangat belajar ^_^
Dan kalau kudu miskin dan pintar, kadang menjadi lingkaran setan, seperti yang disebutkan oleh dr Wid : “beasiswa? seharusnya beasiswa itu tidak mempertimbangkan apakah orang miskin itu pintar apa kagak. Lah bagaimana mau pintar, mau makan aja susah…. jadi harusnya tetap berikan pendidikan gratis kepada kaum miskin, klo memang belum bisa gratis untuk semua.”

Kadang pintar or ngga itu relatif benernya, yang penting dalam kehidupan itu adalah mental, EQ.
IQ di sekolahan memang terpakai, namun yang membuat org lebih sukses itu lebih ke EQ.
Jadi kalau memang ada orang miskin dan semangat belajar, knapa ga dikasih kesempatan untuk mereka? Kalau kudu pinter, kadang untuk beli buku saja sulit, bagaimana mrk bisa membuktikan kl mrk pintar kl ga dikasih kesempatan. Atau karena tenaga guru yang tak memadai di daerah miskin, sehingga mau pintar tapi tak ada fasilitas.

Dan, soal beasiswa anak pintar, kadang surat keterangan tak mampu padahal dia dari keluarga mampu, itu bisa bikin si anak malas juga. Atau padahal dia dari keluarga yang berkecukupan, namun tak berlebih, masa kudu doain keluarga menjadi miskin? Hmmmm…..

Well, kapan pemerintah bijak dalam memajukan pendidikan?
Advertisements

About BuPeb

Seorang BuPeb yang suka ngoceh, suka nulis, suka gambar, suka iseng, suka yang enak, suka yang ganteng, suka yang asik2
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s