[The Unthinkable Contest] Pancasila Rumah Kita

Pancasila :

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
  5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Rumah :
adalah tempat dimana hati kita berada, tempat dimana paling nyaman dan tempat kita pulang

Pancasila Rumah Kita :
Pancasila adalah tempat dimana hati kita seharusnya berada dan nyaman dan tempat terakhir dimana kita bisa pulang dan berteduh.
Lama sudah Pancasila yang terdapat di dada Garuda yang Perkasa terlupakan oleh anak-anaknya. Anak-anaknya sedang lupa pulang, dimana rumah yang bersemboyankan bhinneka tunggal ika, sedang banyak terpencar-pencar.
Rindu, saya merindukan rumahku, dimana semua bisa berteduh dan menyatu, dimana rumahku itu banyak warna-warni yang menyatu dan berharmoni dalam satu naungan negara Indonesia. Rumah itu adalah rumah di mana KeTuhanan yang Maha Esa benar-benar satu tanpa dikotak-kotakkan, dimana kemanusiaan yang adil dan beradab benar-benar diadabkan bukan diadu domba atau demi kepentingan perut sendiri. Di mana Persatuan Indonesia adalah yang utama, bukan kepentingan partai atau golongan. Di mana Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan benar-benar dilaksanakan bukan atas paham fasisme atau bukan dipimpin atas segolongan orang yang tak merakyat. Di mana Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia benar-benar dilaksanakan bukan sekedar omong kosong dan janji belaka.
Dalam rumah itu, berbeda-beda, namun tetap satu jua. Di dalam rumah itu keberanian dan kesucian ada dan mengalir dalam setiap darah anak-anaknya. Karena kita berbhinneka, maka Indonesia itu ada.
Mungkin hal ini bukan hal yang tak pernah terpikirkan dalam pikiran kita masing-masing, namun masih adakah jiwa-jiwa yang meresapi dan mengamalkannya? Masih adakah yang optimis terhadap masa depan negara ini? Masih adakah Pancasila di dadamu?
Berikan padaku 10 orang pemuda, dan aku akan mengubah dunia! Itu seru bapak proklamasi kita, Sukarno. Dan seandainya banyak pemuda yang makin menyadari bahwa Pancasila adalah rumah kita, maka bola salju akan bergulir, dan anak-anaknya akan kembali ke rumah.
Jangan tanyakan apa yang orang lain perbuat bagi rumah kita bersama ini, tapi tanyakan pada diri sendiri, sudahkan Anda berbuat sesuatu untuk rumah kita ini? Yang pasti untuk saya, saya akan mencoba meniti jalan menuju kesana.
Dan satu rahasia yang bisa saya bagikan di sini, saya, di multiply, saya bertemu dengan teman-teman yang berbhinekka yang melalu mengutamakan persatuan, itulah yang membuat saya suka berada di sini (*Terpisah dari apa yang sedang bergejolak belakangan ini.*). Keluarga besar di sini, adalah keluarga besar yang padanya saya berharap, Pancasila adalah rumah kita semua.
‘febbie – 18 Agustus 2011
Sehari setelah ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke-66
dan untuk dilombakan di lombanya dani : The Unthinkable Things Around Us – Blog Contest
Memang mungkin ini bukan hal-hal yang tak pernah terpikirkan, namun masihkan saat ini kita memikirkan hal ini?
Advertisements

About BuPeb

Seorang BuPeb yang suka ngoceh, suka nulis, suka gambar, suka iseng, suka yang enak, suka yang ganteng, suka yang asik2
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s