Komunikasi dengan Pasangan

Beberapa kali aku nulis ttg pentingan komunikasi dalam kehidupan keluarga.

Dan kali ini mungkin aku sedikit bahas aja siy tentang komunikasi dengan pasangan.
Kadang sebelum kita komunikasi atau menyampaikan apa yang ada dipikiran kita ke pasangan, seringkali yang hinggap di benak adalah perasaan kuatir dulu tentang apa tanggapan pasangan terhadap pemikiran kita. Sering kali kita takut dahulu, nanti dia begini nanti dia begitu. Tapi… sadarkah? Dia, suami/istri, adalah orang yang kita pilih sendiri sebagai pasangan hidup. Dia yang akan menemani kita sampai ajal menjemput, dia yang akan menemani kita dalam suka dan duka.
Teman, sohib, ttm, akan datang dan pergi, tak bisa 24jam mendampingi kita. namun… pasangan (suami/istri) akan selalu ada tuk kita, so.. knapa kita ga mau bertukar pikiran dan berkomunikasi dengannya???
Buang jauh2 pemikiran jelek jika ingin menyampaikan pendapat atau mengutarakan keinginan ke pasangan. Namun kudu pinter-pinter juga melihat situasi yang tepat tuk mengutarakan keinginan. Jangan sampai yang awalnya ingin komunikasi tapi malahan jadi pemicu pertengkaran karena situasi, kondisi atau suasana perasaan pasangan sedang tak baik.
Lebih baik minta pendapat ke suami/istri, drpd teman yg kadang bisa memicu terjadi hal-hal yang diinginkan πŸ˜›
well memang tak mudah siy tuk selalu komunikasi dengan pasangan. Karena kadang kita lupa menempatkan dia sebagai sohib akan selalu ada buat kita, namun hanya menempatkannya sebagai “pasangan” saja.
Aku sendiri kadang susah tuk mulai mengungkapkan apa yang kuinginkan, namun.. ya dasarnya aku ga tahan juga, akhirnya selalu ada waktu dan tempat tuk mengungkapkannya. Maklum ga bisa nyimpen sendiri πŸ™‚ *jujur*
Seperti semalam, walau apapun tanggapan dari suami ttg apa yg ada dalam pikiranku, minimal aku sudah tau apa yang dia pikirkan jadi aku bisa mengambil langkah selanjutnya, en ga perlu stress stress sendiri πŸ˜›
Sejujurnya pemikiran yg aku ungkapkan itu, udah aku utarakan ke bbrp teman, namun.. biar bagaimanapun, ini adalah jalanku dan suami, so.. kami berdua yang akan memutuskan, terutama aku.
—-
Di sisi lain… komunikasi ini knapa penting? Dulu, aku pernah mengalami yang namanya kurang komunikasi dengan suami. Yang ada… bahaya. masalah kecil bisa menjadi pemicu keributan berdua. Namun.. seiring waktu dan kesadaran… aku dan suami pun mulai mencoba membuka hati masing-masing, membuka pikiran masing-masing.. dan aku pun terkejut dengan apa yang ada dipikirannya, bertolak belakang dengan apa yang kukuatirkan.
hmmm dengan komunikasi (dr yang [engting sampek ga penting) yg makin intens… yang paling kurasakan adalah, semakin akrabnya kami berdua, dan kurangnya keributan yg terjadi. Dan yang pasti.. hubungan kita semakin terasa dekat.
Biar gimana pun, dialah yang akan menemaniku kapan saja.
‘feb
26okt’11
Advertisements

About BuPeb

Seorang BuPeb yang suka ngoceh, suka nulis, suka gambar, suka iseng, suka yang enak, suka yang ganteng, suka yang asik2
This entry was posted in Artikel, Celotehan BuPeb, Pasangan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s