Kita Bukan Superman, Tapi… [Etos kerja]

…tapi kadang kita harus jadi superman untuk menjadi orang yang lebih berilmu dan lebih berguna. 

Well, sedikit ada curhatan di sore hari menjelang pulang kantor. Ada seorang memberikan pernyataan padaku: “Bupeb, ini kan karena saya rekan satu team dengan si A, bupeb tau kerjaannya, apa ga kasian kalau dia melakukan 2 pekerjaan sekaligus? Saya ga tega ganggu dia, padahal kan kerjaan X dan kerjaan Y membutuh kan konsentrasi.”

Kurang lebih seperti itu pernyataannya, padahal si A sendiri dari awal tidak keberatan dengan pekerjaan tanggung jawab di kantor yang dibebankan padanya.

OK.. saya tanya dulu deh, siapa yang pernah bekerja pada perusahaan besar? Saya.
Siapa  yang pernah bekerja pada perusahaan kecil dan baru berkembang? Saya juga jawabannya.

Dari ini.. kita bisa berpikir terbalik dimana saat saya menjadi karyawan di perusahaan besar, saya hanya berpikir tentang kesejahteraan SAYA. dan sometime, bahkan sering kali aku tak mau tahu tentang pemikiran para management keatas. Tapi saat saya dihadapkan pada situasi perusahaan kecil (ga kecil2 amat lah, tp jauh lebih kecil drpd perusahaan multinasional) then.. pemikiranku jauh lebih terbuka.

Kita… saya… bagaimana bisa maju alau tidak tau banyak hal? Kalau hanya fokus pada satu pekerjaan, well.. sampai kapanpun, kamu hanya bisa di pekerjaan itu dan susah untuk maju. Namun…. saat kamu/saya diberikan pekerjaan yang bermacam-macam…  kamu dan saya… akan jauh lebih maju dan berpikiran terbuka akan semua bidang / hal.

Sama seperti situasi diatas, saat dihadapkan pada 2 pekerjaan, jika kita bisa melakukan keduanya dengan baik… saya yakin, orang itu akan maju dan akan semakin terbuka pemikirannya.

Gini aja deh… seorang atasan, harus tahu berbagai macam persoalan yang akan dihadapi. Makin tinggi.. makin besar tanggung jawabnya. Keteteran? saya rasa tidak, saat kita bisa pelan2 memecahkan persoalan satu persatu, kita akan semakin banyak pelajar dan semakin banyak pengetahuan.

Kita jadi superman? benernya ngga, pelan2.. kita akan menguasai keadaan, tinggal bagaimana kita melangkah awalnya, apakah dengan bersungut2 atau dengan enjoy. Kalau kamu enjoy dan yakin bisa, maka semua akan berjalan dengan enjoy dan enak. Tapi kalau dari awal kita bersungut2.. maka saya yakin pekerjaan tak ada yang beres.

So.. mari jalani hari-hari dengan enjoy. tak perlulah bersungut2 atau protes, ilmu dan pengalaman itu susah didapat, dan belum tentu akan terulang dua kali. Biarlah saat ini kita brasa berat menjalaninya, namun anggap saja itu tabungan untuk masa depan kita.

Ingat.. tak ada yang mustahil dalamNya, semua percobaan dan semua rintangan yang diberikanNya, akan indah semua pada waktunya. So apa yang kita alami sekarang, pasti akan berguna di masa depan kita.

Have a nice day for all superman en superwoman, we can do ^_~
‘febbie

*mari pulang kantor….

Advertisements

About BuPeb

Seorang BuPeb yang suka ngoceh, suka nulis, suka gambar, suka iseng, suka yang enak, suka yang ganteng, suka yang asik2
This entry was posted in Celotehan BuPeb, Lain-Lain, Refleksi and tagged , , , . Bookmark the permalink.

30 Responses to Kita Bukan Superman, Tapi… [Etos kerja]

  1. onits says:

    cemangadh! apa kabar peb?
    bidang baru uc = apa tuh?

  2. giewahyudi says:

    Enaknya sih ngobrol santai di luar kantor biar bisa sharing, kalau di kantor bawaanya sumpek mulu. Hhehehe

  3. jokeray says:

    im BATMAN

  4. Pypy says:

    Could not agree more.. Salam super.. *Lhoo* 😀

  5. jampang says:

    semua orang sebenarnya punya potensi…. tinggal mau atau nggak, memaksimalkannya

  6. eddyjp says:

    Kita bukan superman tapi Suparman..ha.ha.ha..

  7. betul, kalau kita pengen maju harus belajar banyak hal… salah satunya mengerjakan dua bidang pekerjaan yang berbeda itu… salam

  8. nurme says:

    Iya betul juga sih, kalau buat saya andai suatu saat menduduki tempat teratas, saya lebih nyaman tahu pekerjaan team saya. Karena setidaknya bisa memimpin bukan hanya sok tau tapi benar-benar tahu dan pernah terjun.

  9. aih senengnya baca tulisanmu lagi. Holla Bupeb 🙂

    kalo dari pendapatku sih sebetulnya istilah superwoman atau superman itu lebih pada kebutuhan kita memotivasi diri atau orang lain, kalaupun ada orang dengan integritas yg baik di pekerjaannya, itu memang sudah seharusnya demikian. Malah, rugi sebetulnya kalau kita tenang2 aja dengan prestasi yang biasa2 aja karena potensi kita itu sebetulnya hebat2. Aku pernah dengar, katanya otak orang Indonesia itu kalau dibanding otak orang2 ndi negara maju termasuk otak yg mubazir hehe, karena yg kepake cuma seiprit dibanding daya/potensinya yg besar. Kan sayang, kalau modalnya banyak, tapi cuma dipake sedikit ya 🙂

  10. novianadewi says:

    Pulang kantornya terbang ya?

  11. Menjadi Superman atau Superwoman itu kuncinya hanya keikhlasan, yang tidak semua orang sanggup melakukannya.

    • BuPeb says:

      Ya tidak semua org…. but… bisa dilatih sih…asal baliknya ke ikhlas.
      Pa kabar mas iwannnnnn……..

      • Betul, bisa dilatih, sebagai bukti bahwa Leadership itu dibentuk bukan dilahirkan.

        Kabarnya baik-baik sajaaaa… eh, ini BuPeb udah berkantor yg baru ya? Masih di bidang multimedia?

        • BuPeb says:

          yoi udah di kantor baru mas iwan ^_^
          udah bukan multimedia lagi mas.. nyoba bidang baru… UC.

          yes.. leadership dibentuk… ga bisa dilahirkan begitu saja. ^_^v
          thanks buat tambahannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s